Perayaan The 2010 Hangeul Week di Gyeongbokgung Palace Jumat,8 oktober 2010.Minggu ini Korea merayakan Hangeul, Sistem tulisan yang dibuat oleh Raja Sejong (1397-1450) pada tahun 1443. Peristiwa penting ini diperingati setiap tahun pada tanggal 9 Oktober.
Departemen Kebudayaan,Olahraga dan Pariwisata menyatakan bahwa dalam rangka merayakan ulangtahun ke 546 hangeul maka pada minggu pertama Oktober dinyatakan sebagai
" Hangeul Week " (4-9 Oktober) dan pameran berbagai budaya.
Ibukota seoul menjadi tuan rumah upacara resmi Hangeul pada tanggal 9 Oktober, lalu Hangeul Letter Exhibition (Oct. 8-17), Hangeul Dance and Singing Contest (Oct.7-9), Jiphyeonjeon Academic Conference (Oct.5-9), dan Braille Exhibition (Oct. 7-9) di Gyeongbok Palace, the Sejong Center for Performing Arts, Gwanghwamun Square, and beberapa tempat lain di Seoul.
Pada tahun 1989, pemerintah korea dalam rangka mempromosikan semangat dibalik peciptaan Hangeul telah mendirikan The UNESCO King Sejong Literacy Prize untuk mengakui upaya individu atau kelompok yang bekerja untuk memberantas buta huruf. Upacara penghargaan berlangsung pada hari Aksara Internasional (International Literacy Day )tanggal 8 September .
Di kantor pusat UNESCO di Paris. Yang berhak akan menerima medali, sertifikat penghargaan dan hadiah uang sebesar $20.000.
Hangeul Design Exhibition di Sujeong-jeon, Gyeongbokgung Palace (Oct.8 -17)Sebanyak 36 kelompok yang berdedikasi pada penyebaran keaksaraan ini telah menerima hadiah. Negara itu adalah :
India, Yordania, Tunisia, Ekuador, China, Zaire, Philipina, Togo, Nigeria, Peru dan Senegal.
Sebagai tema untuk tahun ini adalah “Literacy and Women’s Empowerment,” Penghargaan 2010 ini adalah keaksaraan yang inovatif dan program pelatihan kerja yang berkontribusi untuk pendidikan dan kesejahteraan perempuan.
General Directorate of Adult Training in Cape Verde and the State Institute for Teacher Training and School Development in Germany,adalah organisasi dari 2 negara yang menerima penghargaan Sejong Prize untuk tahun 2010.
lorenco Mendes Varela (kiri), the director general of the General Directorate of Adult Training at Cape Verde and Francisco Angel Franco (kanan), Dean of the North Catholic University Foundation, ColombiaSaya bisa merasakan semangat dinamis Korea hanya dengan berjalan-jalan disekitar Myeondong kata Florenco Mendes Varela, the director general of the General Directorate of Adult Training at Cape Verde, dalam pembicaraan singkatnya dengan Korean Culture and Information Service (KOCIS), suatu badan dari The Ministry of Culture, Sports and Tourism (MCST), 5 Oktober lalu.dia diundang bersama dengan penerima Sejong Prize lainnya dalam rangka menghadiri upacara Hangeul dan pertukaran akademis pada program keaksaraan dunia.
The Adult Education and Training Programme (EdFoA) of the General Directorate of Adult Training in Cape Verde telah membantu dalam menurunkan tingkat buta huruf di negaranya Kolombia secara dramatis ,dari 60 % menjadi 20% pada tahun 1970. Organisasi ini difokuskan terutama pada perempuan miskin yang sangat membutuhkan tidak hanya pendidikan tetapi juga pelatihan profesional.
Lembaga pelatihan dewasa ini dibagi menjadi pendidikan dasar dan profesional.Pendidikan dasar ditujukan untuk mereka yang tidak dapat bersekolah, sedangkan program pendidikan profesional berfokus pada pelatihan kerja. Ada cabang pusat dibeberapa daerah yang terbuka gratis bagi anak-anak dan orang dewasa. Beberapa program studi pendidikan paling populer termasuk perencanaan kota dan pelatihan untuk pekerjaan yang berkaitan dengan pariwisata.
Francisco Angel Franco, Dean of the North Catholic University Foundation,mengatakan bahwa ia sangat terkesan dengan bendera Korea Selatan Taegeukgi,yang melambangkan ying dan yang tapi ia terutama sangat terkesan oleh budaya Korea yang selalu berkeinginan untuk belajar dan mengajarkan anak-anak dengan kebajikan.
Perwakilan lain yang datang adalah Gabriele Rabkin dari Germany’s State Institute for Teacher Training and School Development.dan Molly Melching dari Tostan, organisasi pelatihan bahasa dan pelatihan kerja di Senegal. Tostan menerima penghargaan Sejong Literacy Prize di tahun 2007.
Para pengunjung akan mengunjungi bewberapa situs budaya Korea, termasuk Yeongneung, makam kerajaan Raja Sejong di kota Yeoju. Mereka juga akan mengunjungi situs-situs budaya kuno yang telah ditunjuk oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia, termasuk Bulguksa Temple di Gyeongju dan Hahoe Village di Andong.

Sebuah kursi dari Hangeul Design Exhibition di Gyeongbokgung Palace
Source :kbsworld
TR@IniSajaMo