
Mencetak Kitab Musik Di Joseon
Dinasti Joseon yang menganut Konfusianisme mementingkan musik seperti halnya kesopansantunan, yaitu 'segala sesuatu yang terkait pada tindakan tepat manusia.' Masyarakat Joseon berpandangan bahwa musik membuat dunia menjadi baik, karena mengubah nuansa hati manusia, sehingga jenis musik pada masa tertentu menjadi standar untuk mengevaluasi benar atau tidak pemerintahan raja.
Dengan demikian, ada banyak lembaga nasional yang menangani musik dan beraneka macam alat musik juga dibuat pada era Joseon. Musik serupa itu digunakan dalam berbagai upacara istana seperti upacara selamatan, pesta, dll. Sementara, ada orang yang mencetak Kitab Musik yang membereskan musik Joseon serta menjelaskan teori dan sistem mengenai istana musik, musik kerajaan Cina dan musik asli Korea bersama gambar. Dia tiada lain adalah Seong Hyeon yang membuat Kitab Musik Joseon 'Akhakgwebeom.'
Insan Yang Tepat Untuk Mencetak 'Akhakgwebeom'
Seong Hyeon yang lahir pada tahun 1439 sangat pandai sejak masih kecil. Setelah lulus ujian nasional dalam usia 23 tahun, dia terus naik jabatan, dan juga menjabat sebagai pemberi kuliah kepada raja pada tahun 1468. Setelah itu, dia menduduki jabatan tinggi dalam pemerintahan dan dia menangani upacara selamatan, pesta, diplomasi, pendidikan, dll.
Selain itu, dia memiliki kemampuan unggul dalam pembuatan syair, maka dia pernah mengharukan utusan kerajaan Ming lewat syairnya. Demikianlah, Seong Hyeon adalah ilmuwan, sastrawan, dan juga insan yang terpenting dalam istana, sehingga dia terpilih sebagai orang tepat saat raja Seongjong berencana mencetak Kitab Musik Joseon untuk membereskan musik pada awal kerajaan Joseon.
Banyak Membantu Mengembangkan Musik Joseon
Seperti nama 'Akhakgwebeom' yang berarti peraturan dari lembaga yang menangani musik awal kerajaan Joseon 'Akhak', kitab 'Akhakgwebeom' mengandung segala hal mengenai seni pementasan istana Joseon. 'Akhakgwebeom' yang terdiri dari 9 buah buku berisi banyak seperti teori musik, penyusunan alat musik, cara memainkan, cara pembuatan alat musik, jenis dansa yang sesuai dengan musik, kostum, dll.
Membaca isi mengenai alat musik, bentuk alat musik, warna, bahan, cara memilih senar yang baik, cara memainkannya, dll, hal-hal tersebut dibereskan dengan saksama serta cara berdansa juga dijelaskan secara rinci.
Khususnya, Seong Hyeon menciptakan not musik 'Hapjabo' yang menambahkan cara memainkan agar siapa saja dapat memainkan musik tradisional Korea dengan membaca tulisan dan gambar 'Akhakgwebeom' walaupun tidak ada pembimbing.
Karya Yang Unggul, 'Yongjaechonghwa'
Demikianlah, 'Akhakgwebeom' menjadi standar dan buku pedoman untuk musik Joseon. Saat banyak musisi tewas atau dibawa ke Jepang, serta berbagai alat musik dan dokumen musik dibakar akibat invasi Jepang ke Joseon 'Imjinwaeran', pemerintah memulihkan musik dengan mencetak kembali 'Akhakgwebeom' pada tahun 1610. Selain itu, 'Akhakgwebeom' menjadi data sejarah yang penting dalam mengkaji sastra, ilmu tari tradisional, sejarah kostum Korea, dll.
Namun, pada tahun 1504, Seong Hyeon kembali menerbitkan buku 'Yongjaechonghwa'. Buku tersebut menuliskan pandangan dirinya dengan gaya dialog mengenai tugas dari raja dan bawahan, kisah mengenai keadaan politik atau sosial, kisah lucu yang terkait dengan istana mulai Goryeo sampai raja Seongjong dari Joseon, dll. Dengan demikian, buku tersebut menjadi data penting yang dapat mengetahui keadaan politik dan sosial, sistem dan budaya pada awal kerajaan Joseon.
Demikianlah, Seong Hyeon yang telah memberikan kontribusi besar untuk mewariskan budaya Joseon meninggal dunia pada tahun 1504, dan setelah itu, dia dihormati hingga sekarang sebagai birokrat setia di kerajaan Joseon.
Source : Kbsworld / IniSajaMo
Comments
Post a Comment
Terima Kasih sudah memberikan komentar dihalaman IniSajaMo