Saturday, 12 September 2015

Eps 20 'Scholar Who Walks the Night': Soo Hyuk Mati, Yu Bi-Jun Ki Happy Ending




"Scholar Who Walks the Night" akhirnya tamat di episode ke-20 yang tayang Kamis, 11 September 2015. Setelah melalui perjalanan panjang berusaha membunuh Gwi (Lee Soo Hyuk) yang diwarnai banyak kisah tragis, akhirnya kini menemui akhir kisahnya.

Episode 20 ini dibuka dengan kebulatan tekad Kim Sung Yeol (Lee Jun Ki) untuk mati bersama Gwi saat membunuhnya. Lee Yoon (Max Changmin) yang sudah mengatasi kesedihannya kehilangan Hye Ryung (Kim So Eun) akhirnya kembali membulatkan tekad untuk membantu perjuangan Sung Yeol. Apalagi ia dilapori anak buahnya bahwa Gwi melakukan pembantaian di istana.

Yang Sun (Lee yu Bi) yang mendengar itu pun memaksa ikut ke istana untuk membantu mereka yang disetujui berat hati oleh Lee Yoon. "Ingat satu hal, jangan berniat mati. Kamu dan Sung Yeol adalah teman paling penting untukku," ucap Lee Yoon yang akhirnya juga dibantu Ho Jin.

Sementara itu Sung Yeol bersama pasukan Jubah Hitam mengawasi demo mayarakat di depan gerbang istana. Melihat kericuhan yang terjadi di depan istana, Sung Yeol menyimpulkan penjagaan di istana lemah dan ia pun menyusup dengan mudah ke sarang Gwi. "Ini jebakan," batinnya.

Sementara itu Lee Yoon mendatangi penjaga gerbang dan menghardiknya keras untuk membuka pintu. Akhirnya dituruti, Lee Yoon meminta rakyat tak membantunya dan waspada jika ada yang berkeliaran setelah senja berarti itu vampir. Di dalam istana sendiri, Gwi akhirnya membunuh Perdana Menteri yang berniat melarikan diri membawa hartanya.

"Untuk kehidupan berikutnya," desis Gwi kemudian menancapkan pisau yang mengakhiri nyawa ayah Hye Ryung itu. Saking bencinya, kali ini ia pun tak sudi meminum darah Perdana Menteri itu meski tangan berlumuran darahnya.

Terlambat menyadari, Sung Yeol memang akhirnya dikepung vampir saat berada di dalam sarang. Namun ia bisa lolos dengan mudah dan terus masuk ke istana mencari Gwi sementara tim Lee Yoon sudah tiba berbekal senapan. Yang Sun bahkan dengan mudah menembak vampir yang nyaris menyerang Lee Yoon namun mengalami kesulitan ketika bertemu ruangan penuh vampir.

Untunglah pada akhirnya Sung Yeol bertemu mereka dan mengusir Yang Sun untuk menyelamatkan diri. Lalu ia memberitahu Lee Yoon bahwa tinggal Gwi yang tersisa, karena sudah ia binasakan semua vampir yang ada di istana. Ia akan memancing Gwi ke sarangnya dan Lee Yoon bisa meledakkannya seperti rencana awal.



Setuju, Lee Yoon kemudian memberikan pedang kebesarannya pada Sung Yeol. Rupanya ia meminta Sung Yeol untuk tetap hidup untuk mengembalikan pedang itu padanya, karena pedang itu warisan leluhur tanda gelar raja.

Sung Yeol pun menunggu kedatangan Gwi di lapangan dengan pedang terhunus. Tentu saja Gwi datang dan dengan sinis bertanya apakah Sung Yeol menyukai hadiahnya yang tersebar di seantero istana. Sung Yeol pun menyumpahi akan membunuhnya dan Gwi hanya memandangi pedang itu dengan tatapan meremehkan, "Apa yang kamu lakukan dengan mainan manusia seperti itu?"

Tentu saja pedang itu tidak bisa melumpuhkan Gwi namun Sung Yeol terus berusaha mendesak Gwi ke sarangnya. Sung Yeol akhirnya lari ke sarang Gwi dan kaget menemukan Yang Sun di sana, karena sudah ia usir keluar istana tadinya. "Kemanapun kamu pergi, aku ikut," ucap Yang Sun final yang menawarkan Sung Yeol meminum darahnya.

"Aku mencintaimu, itu sebabnya aku berusaha melindungimu," kata Sung Yeol kemudian memberikan ciuman terakhir dan meminum darah Yang Sun. Dalam sekejab, Sung Yeol merasakan efeknya menjadi lepas kendali lagi dan Gwi menontonnya dengan senang.

Di saat sedang lengah itu, Lee Yoon tiba-tiba melepaskan tembakan namun pelurunya dengan mudah ditangkap Gwi. Sementara itu Sung Yeol berusaha mati-matian mengendalikan dirinya yang dipenuhi pertentangan sisi iblis dan manusia dirinya. Lee Yoon pun membawa keluar Yang Sun dan Sung Yeol mengatai Gwi akan mati di sarangnya.

Sung Yeol pun bertanya mengapa Gwi ingin tetap hidup dan dijawab karena itu membuatnya abadi dan bisa mendapatkan apapun yang diinginkannya. Mereka dalam posisi saling mencengkeram, dimana Sung Yeol menunggu bom meledak seperti direncanakan.

"Itu sebabnya kau tak pernah puas, karena hidup tanpa dibayangi kematian maka tidak akan berharga," ujar Sung Yeol yang membuat Gwi marah. "Kamu tidak pernah benar-benar hidup kan? Kamu selamanya mati."

Lee Yoon melaksanakan tugasnya menyalakan peledak setelah mengamankan Yang Sun ke tangan Ho Jin. Ingat ucapan Sung Yeol, ia sempat ragu sesaat namun akhirnya menyalakannya tepat saat fajar datang. Dengan sekuat tenaga, Sung Yeol mendorong Gwi ke arah cahaya matahari dari celah gua hasil ledakan.

Kulit Gwi mulai terbakar dan ia memandangi cahaya matahari, menerima kematiannya. "Indah..." gumamnya lalu menutup mata hingga seluruh tubuhnya habis terbakar, menyisakan jubahnya.



Lee Yoon dan Ho Jin menangis menyaksikan gua itu roboh yang berarti mengubur Sung Yeol juga. Yang Sun yang kemudian siuman jadi histeris saat menyadari kekasihnya tiada meski rakyat menyambutnya penuh suka cita.

Episode 20 ditutup dengan kehidupan yang tersisa pada satu tahun kemudian. Soo Hyang kembali menjalankan rumah gisaeng dan berakhir bersama Ho Jin, sedangkan Lee Yoon duduk di singgasananya. Ia juga mendapatkan lagi buku "Scholar Night", pedang yang diserahkan ke Sung Yeol dan tusuk rambut milik Hye Ryung. Lalu bagaimana Yang Sun?

Yang Sun rupanya hidup tenang dengan mengajar anak-anak membaca. Namun saat ia pulang mengajar, sudah ada yang menantinya. "Aku terlambat ya?" tanya Sung Yeol yang dijawab Yang Sun. "Kupikir aku akan menunggu 50 tahun."
 
 
 
 
 

No comments:

Post a Comment

Terima Kasih sudah memberikan komentar dihalaman IniSajaMo

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...