Sadar, Yoochun-Shin Se Kyung Sembunyikan Fakta di Eps 11 'Girl Who See Smells'



"Girl Who See Smeels" episode 10 membuat penonton deg-degan ketika Cho Rim (Shin Se Kyung) membaca surat dari Dr. Chun yang memberitahukan identitas aslinya saat berada di rumah chyef Kwon Jae Hee (Nam Goong Min) Bahkan si chef menepuk pundaknya ketika sedang membaca. Untunglah di episode 11 ini Cho Rim berhasil berbohong tentang isi surat itu dan tak memancing kecurigaan Jae Hee.

Cho Rim yang berhasil "lolos" mengaku itu naskah acaranya akhirnya kembali membaca isi surat tersebut di dalam bis perjalanan pulang. Ia mengingat kembali kenapa beberapa orang memang mengenalinya sebagai Choi Eun Seol, sesuai nama yang diberitahukan Dr. Chun, lalu menghubungi Mu Gak (Micky Yoochun). Cho Rim sebenarnya kaget Mu Gak ada di rumah dan baru tahu ia telah dipecat dari tim Yeom Mi (Yoon Jin Seo).

Melihat Mu Gak yang tertekan, Cho Rim batal curhat isi surat itu dan memilih menemui ayahnya yang membenarkan identitasnya sebagai Choi Eun Seol. Sang ayah yang tahu pasti Barcode Murder memilih berbohong dengan mengaku tak tahu apa-apa soal ayah ibu Cho Rim selain mati kecelakaan. "ayah, jika nanti aku bisa menemukan orangtua kandungku, kamu tetap ayahku selamanya," ucap Cho Rim sambil menangis.

Di sisi lain, Mu Gak yang tidak terima dipecat begitu saja nekad membobol isi database kasus milik Yeom Mi dengan bantuan rekan satu timnya yang bersimpati atas kematian adiknya. Akhinya ia berhasil mendapatkan sketsa wajah orang dalam ingatan Cho Rim yang cocok dengan info salah satu korban Barcode Murder. Mu Gak pun tersadar kini bahwa Cho Rim satu-satunya saksi mata kasus tersebut.

Sementara itu Yeom Mi masih membujuk Cho Rim untuk mengingat masa lalunya namun gadis itu menolak dan malah menanyakan soal kematian adik Mu Gak yang tidak mau dijawab sang letnan. Esoknya, Mu Gak langsung mengkonfrontasi atasannya itu dengan menyebut Cho Rim sebagai alasan pemecatannya.

"Apakah kamu menendangku dari tim karena Oh Cho Rim satu-satunya saksi mata? Karena adikku yang mati dibanding Cho Rim. "Karena aku mencintai Cho Rim, khawatir aku lepas kontrol karena adikku terbunuh karena orang yang kucintai, karena itu kamu menyembunyikan fakta dan menendangku dari tim?"




Karena Yeom Mi tetap bersikeras tidak mau memasukkannya ke dalam tim akhirnya Mu Gak nekad menemui ayah Cho Rim, yang tidak disangkanya berpapasan mobil Jae Hee di jalan. Saat berbicara di luar mobil, ponsel Mu Gak berbunyi beberapa kali dan selalu bersamaan dengan milik Jae Hee sehingga akhirnya membuatnya sadar bahwa ponselnya disadap ketika mengunjungi rumahnya beberapa waktu lalu.

Akhirnya Mu Gak memberitahu Jae Hee tahu dirinya disadap dengan memanfaatkan rekan satu timnya. Ia menelepon rekannya itu namun menujukan kalimatnya untuk menghardik Jae Hee. Pasalnya, ia sudah curiga ayah Cho Rim tersebut menghilang karena dibawa pergi Jae Hee sebelum ia tiba di lokasi.

"Aku akan segera menangkapmu! Jangan bermimpi menemukan saksi dan aku tidak akan membiarkannya mati di tanganmu," gertak Mu Gak dengan Jae Hee yang diam mendengarkan ponselnya. "Choi Eun Seol yang kamu bunuh di rumah sakit Baekrok Jeju itu adikku jadi aku tak akan menyerah. Kita berada di jalan berbeda dan hanya berakhir salah satu dari kita mati. Ayo selesaikan ini secepatnya."

Mu Gak pun dilanda galau setelah menemukan kenyataan itu sehingga tak berani menemui Cho Rim. Gadis itu sendiri juga tak jauh beda karena tanpa sengaja mengetahui dari rekan Mu Gak bahwa dirinya tertukar dengan adik Mu Gak sehingga terbunuh. Alhasil keduanya sama-sama menutupi kesedihannya ketika Mu Gak ke rumah Cho Rim untuk merayakan ultahnya.

Perayaan ultah itu pun berlangsung canggung meski Mu Gak berusaha bersikap mesra pada Cho Rim saat masak bersama. Cho Rim yang biasanya penuh semangat juga terlihat tak berselera dan malah "mengusir" Mu Gak setelah mereka tiup lilin cake ultah bareng. Ia juga menghindari Mu Gak ketika mengantarnya ke halte bus dan malah meminta putus, yang membuat Mu Gak bingung.

"Aku tidak akan mengubah keputusanku, lebih baik kita putus sekarang," ucap Cho Rim sedih dan membuat Mu Gak membentaknya, "Katakan sejujurnya padaku! Apa masalahnya?" Namun Cho Rim tetap diam dan pergi begitu saja.



Esoknya Cho Rim menemui Yeom Mi untuk mencoba program mengingat masa lalunya meski sebenarnya ia takut. Ia mengaku sudah tahu tentang kematian adik Mu Gak dan meminta Yeom Mi memasukkan mantan kekasihnya itu ke tim lagi sebagai "harga barter" dengan ingatannya. Bahkan Cho Rim menawarkan diri memata-matai Jae Hee, karena dirinya bisa berada di sisi chef itu sekarang ini.

Sementara itu Jae Hee menampung ayah Cho Rim, Oh Jae Pyo, karena tertarik ia mengetahui orangtua kandung gadis itu adalah korban ketiganya. "Bagaimana dia tahu? Orang tahunya mereka korban keduaku," gumam Jae Hee ketika mengambil buku kedua bertuliskan "Hong Ji Yeon" tertanggal 03-09-2010.

Di sisi lain Cho Rim mengkhawatirkan ayahnya yang tak kunjung pulang dan curhat pada Yeom Mi ketika bertemu. Sepulang dari sana, Yeom Mi akhirnya jujur pada Mu Gak bahwa Cho Rim sudah tahu permasalahan ini. "Dia sudah tahu dirinya saksi Barcode Murder dan tahu sebagai penyebab kematian adikmu," ucapnya pada Mu Gak yang syok dan berlari mengejar Cho Rim.

Setelah itu Yeom Mi berhasil meng-track ponsel ayah Cho Rim dan heran melihatnya di kawasan rumah Jae Hee. Ia lalu memahami situasi sekarang karena Cho Rim memberitahu akan menjemput ayahnya yang mengaku tidak bisa pulang sendirian karena terlalu mabuk. Sang letnan pun menyuruh Mu Gak menyusul Cho Rim ke rumah Jae Hee.

Jae Hee tampaknya mengundang Cho Rim karena Jae Pyo hanya mengatakan punya anak perempuan berusia 22 tahun. Apakah ia akan mengenali Cho Rim atau malah tidak karena sindrom yang dideritanya?

Comments