Kafe Galeri Di Seoul




Belakangan ini, sejumlah pameran seni lukis dari pelukis terkenal seperti Gustav Klimt, Pissarro, Rembrandt, dll giat digelar di kota Seoul. Cukup menarik sekali, setiap pameran di lakukan tempat pameran selalu dipadati oleh banyak orang, khususnya pada akhir pekan, maka sangat sulit untuk benar-benar dapat menikmati karya seni lukis.

Biasanya, menjelang akhir pekan, di mana-mana, terdapat banyak orang yang ingin menikmatinya, maka mengunjungi tempat yang ramai akan membuat kita malah mendapat banyak stres. Namun, jika kita mencari secara lebih seksama, pasti ada tempat-tempat yang dapat membuat hati kita tenang dan damai. Hari ini, bagaimana kalau kita menuju sejumlah galeri bergaya kafe di Seoul ?

Terlebih dahulu, saya mengantarkan anda ke sebuah kafe galeri yang dinamakan 'etoile'. Jika anda berminat pada nuansa tradisional, barangkali kafe galeri 'etoile' cukup sesuai dengan selera anda. Memang, ada banyak orang yang tidak dapat merasakan nuansa tradisional dari nama kafe galeri itu, namun nama 'etoile' berarti 'bintang' dalam bahasa Perancis, dan pemilik kafe galeri memberikan nama itu karena memiliki keinginan agar tempat itu dapat menjadi bintang bagi orang-orang yang menggemari budaya tradisional.

Sebenarnya, banguan kafe galeri 'etoile' adalah rumah biasa, namun diperbarui sebagai galeri, maka tingkat pertama dijadikan sebagai kafe, dan tingkat kedua dibuat sebagai galeri. Di dalam kafe galeri tersebut, terdapat banyak barang-barang antik dan karya sulaman kerajninan dari kerajaan Chosun yang dikumpulkan oleh pemilik kafe galeri itu. Ruangan dalam juga bernuansa tenang dan penuh dengan barang-barang antik, maka terasa seperti berada di sebuah pavilion di tempat hiburan. Khususnya, rasa ubi bakar yang disajikan dengan gratis pada musim dingin sangat serasi dengan kopi hangat.

Nah, jika kita ke kafe galeri 'etoile' di sekitar Universitas Hongik dengan turun di stasiun Hapjeong dari kereta api bawah tanah jalur ke-2, kita dapat menikmati nuansa tenang dan tradisional Korea.



Selain kafe galeri 'etoile', ada sebuah kafe galeri di sekitar Universitas Hongik. Kafe galeri kedua yang kami perkenalkan adalah kafe galeri yang dinamakan 'art cafe Siam'.

Kafe galeri 'Siam' itu terkenal sebagai galeri yang mengadakan pameran foto dan lukisan dari pemotret baru atau para anggota dari komunitas foto di internet tiap 2 pekan sepanjang tahun. Pemilik kafe tersebut juga belajar seni lukis, maka di sana terdapat banyak mahasiswa yang belajar seni lukis. Kafe tersebut selalu mengadakan acara pameran, maka suasana di dalamnya selalu berganti, dan para pengunjung dapat menikmati nuansa terbaru tiap kali mereka mengunjunginya.

Selain menikmati karya foto-foto, pengunjung juga dapat mencicipi sejumlah makanan ringan atau minuman seperti kopi, bir, dan minuman anggur, maka kita dapat menikmati keharum budaya sambil menghilangkan rasa lapar.

Jika anda penggemar foto, tak ada salahnya mengunjungi sebuah kafe galeri yang lain yang dinamakan 'Ggum' yang terdapat di kecamatan Seogyo yang letaknya dekat dari 'art cafe Siam' yang kami perkenalkan di atas. Kafe 'Ggum' berarti 'impian', dan dikelola oleh pemotret profesional Jeong Il-ho. Oleh karena itu, karya foto-foto sering dipamerkan di sana, dan memberikan kenikmatan khusus dan nuansa tersendiri kepada penggemar foto.

Nah,, bagaimana? Walaupun tempat-tempat yang kami perkenalkan bukan galeri yang mengadakan acara pameran yang terkenal, jika kita ke kafe galeri yang bertema khusus di dalam kota Seoul, kita dapat menikmati nuansa budaya secukupnya. Barangkali, nuansa tersendiri di kafe galeri itu cukup dapat menghilangkan rasa dahaga kita terhadap karya-karya seni, benarkan?










Source:Kbs/Univ.Hongik