Jika Kpop sudah tak bergema lagi, jika gelombang hallyu sudah mereda . Ketika para Idola telah menua dalam usia, ketika tak ada lagi yang namanya KOREAN POP.
Tak ada yang abadi di dunia ini, Kpop dalam bentuk apapun (drama,musik, dll) suatu saat akan pergi meninggalkan kita.

Namun waktu akan mencatat dalam sejarah bahwa pernah ada suatu peristiwa dimana dunia disentakkan oleh yang namanya Korean Pop/Hallyu. Betapa kpop telah merajai sanubari seluruh dunia, betapa kpop telah mampu mengubah tatanan hidup bermasyarakat. Betapa Kpop mengharu biru dalam sikap dan pikiran dan mimpi-mimpi anak-anak,remaja bahkan dewasa di bumi ini.

Dan blog ini semoga menjadi saksi dan kenangan akan semua peristiwa itu.....




Jeong Seon, Melukis Pemandangan Nyata Di Joseon


Berperan Penting Dalam Perubahaan Budaya Joseon 
Setelah abad ke-18, dunia budaya Joseon mengalami perubahaan yang besar, karena tampilnya gaya lukis baru yang menggambarkan penamplan gunung dan sungai secara nyata terlepas dari gaya lukis Cina. Demikianlah, gaya lukis pemandangan nyata itu menjadikan landasan kokoh bagi dunia seni lukis Joseon, dan seorang pelukis, Jeong Seon berperan penting dalam perubahan itu.


Meniupkan Angin Segar Dalam Gaya Lukis Pemandangan Nyata 
Jeong Seon yang lahir di keluarga bangsawan pada tahun 1676 kehilangan ayahnya ketika dia masih kecil. Dia belajar ilmu konfusianisme di bawah sarjana terunggul pada waktu itu, dan bakat yang luar biasa di bidang seni lukis berguna agar dia bergaul dengan sejumlah seniman ternama dalam bidang syair, kaligrafi, lukisan, dll. Pertemuan dengan mereka membuat Jeong Seon mengembangkan kreatifitas dan pandangannya terhadap lukisan, sehingga menjelang usia 30-an, akhirnya dia dapat menyempurnakan dasar-dasar bagi gaya lukis pemandangan nyata dengan mengelilingi tempat-tempat terkenal di seluruh daerah Joseon. Dengan kata lain, dia menciptakan gaya lukis yang sesuai dengan pemandangan indah dari Joseon dengan mengekspresikan pemandangan gunung dan sungai secara nyata dan realistis.

Sebenarnya, para pelukis Korea merasa bingung dengan sikap kerajaan Qing, yang terbentuk setelah runtuhnya kerajaan Ming, Cina menjelang abad ke-17. Alasannya adalah karena kerajaan Ming yang terasa ideal bagi para cendekiawan Joseon diserahkan kepada kerajaan Qing yang mengutamakan pragmatisme, sehingga gaya lukis Cina yang mengagung-agungkan pemandangan alam Cina juga menghadapi krisis. Setelah itu, para pelukis yang mencari gaya lukis baru menaruh perhatian pada keindahan pemandangan Joseon, dan tren yang baru mekar pada abad ke-17 itu pun langsung diserahkan kepada Jeong Seon.

Secara khusus, Jeong Seon yang cukup memahami prinsip mengenai 'yin' dan 'yang' menciptakan gaya lukis yang menggabungkan cara melukis dengan pena dan cara melukis dengan tinta. Demikianlah, era baru di dunia seni lukis Joseon telah dimulai.

Pelukis Yang Terus Mengalami Perubahaan 
Lukisan Jeong Seon yang menggambarkan pemandangan gunung Geumgang dan benda budaya di sekitar Seoul secara realistis dinilai tinggi, sampai-sampai para diplomat dari Cina pun ingin membeli lukisan Jeong Seon walau harus mengantri panjang.

Walaupun memperoleh ketenaran dan gengsi yang cukup tinggi, Jeong Seon terus berupaya, hingga setelah dia berusia 63 tahun, dia menyempurnakan cara melukisnya sendiri.

Pelukis Yang Agung Di Joseon
Demikianlah, Jeong Seon terus berupaya untuk menyempurnakan gaya lukisnya sendiri sampai dia meninggal dunia dalam usia 84 tahun, dan akhirnya menorehkan tinta emas yang termahsyur dalam sejarah seni lukis Korea. Setelah dia meninggal dunia, gaya lukisnya pun cukup mempengaruhi para pelukis dari akhir kerajaan Joseon seperti Kim Hong-do dan Shin Yun-bok yang membuka era baru di bidang seni lukis dengan menggambarkan pemandangan alam dan kehidupan rakyat sehari-hari. Demikianlah, keindahan gunung dan sungai Korea yang terdapat di dalam lukisan Jeong Seon masih menggetarkan hati masyarakat Korea hingga saat ini.


Source  KBS@IniSajaMo

Artikel Terkait:

0 comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...