Jika Kpop sudah tak bergema lagi, jika gelombang hallyu sudah mereda . Ketika para Idola telah menua dalam usia, ketika tak ada lagi yang namanya KOREAN POP.
Tak ada yang abadi di dunia ini, Kpop dalam bentuk apapun (drama,musik, dll) suatu saat akan pergi meninggalkan kita.

Namun waktu akan mencatat dalam sejarah bahwa pernah ada suatu peristiwa dimana dunia disentakkan oleh yang namanya Korean Pop/Hallyu. Betapa kpop telah merajai sanubari seluruh dunia, betapa kpop telah mampu mengubah tatanan hidup bermasyarakat. Betapa Kpop mengharu biru dalam sikap dan pikiran dan mimpi-mimpi anak-anak,remaja bahkan dewasa di bumi ini.

Dan blog ini semoga menjadi saksi dan kenangan akan semua peristiwa itu.....




Saenghwang (생황)


Saenghwang adalah alat musik tradisional dan dibuat dari beberapa pipa bambu yang dipasang di atas sound box bundar yang sedikit lebih besar daripada kepalan tangan orang dewasa. Pada zaman dahulu, instrumen sound box itu dibuat dari labu kering namun itu mudah pecah dan sulit untuk meratakan nada yang sama. Maka, masa sekarang, alat musik ini dibuat dari kayu keras atau logam. Pipa bambu yang dipasang di atasnya memiliki panjang yang berbeda-beda sesuai dengan nada masing-masing, sehingga tampak seperti sebuah gunung dengan pohon-pohon yang tidak merata. Di bagian dalam pipa bambu ini, terpasang pelat logam. Jika ditiup, pelat itu bergetar dan berbunyi metalik misterius. Terutama, diantara instrumen tiup tradisional Korea, Saenghwang adalah satu-satunya instrumen yang dapat menghasilkan berbagai nada secara bersamaan. Oleh sebab itu, orang di zaman dahulu menganggapnya sebagai instrumen yang dimainkan oleh petapa. Biasanya Saenghwang dimainkan bersama dengan suling bambu, Danso dalam musik tradisional. Dalam kancah musik tradisional, Saenghwang yang umumnya dimainkan sebagai duet dengan Danso atau suling bambu. Bentuk permainan seperti itu disebut 'Saengsobyeongju'. Bunyi Saenghwang sering dikiaskan seperti kicauan burung bangau atau Bonghwang, tapi ada yang menganggapnya sebagai teriakan naga.
Sementara Danso yang berbentuk suling bambu dapat memberikan bunyi dering yang sangat jelas waktu dimainkan bersama Saenghwang. Instrumen tiup yang dimainkan dengan tegak biasanya disebut 'So'. Jadi, Danso bermakna 'So yang pendek atau instrumen tiup yang pendek'. Karena ukurannya kecil dan cara memainkannya pun sederhana, maka mudah dibawa pergi kemana-mana dan menikmatinya di dalam lingkungan alam. Dewasa ini, Danso wajib dipelajari siswa SD di Korea.


Source : KBS news/ IniSajaMo

Artikel Terkait:

0 comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...