Kisah Pilu Pangeran Terakhir Korea


Sebagian besar dari kita punya pengalaman baik maupun buruk. Tetapi mungkin tidak seburuk seperti yang dialami Yi Seok.

Kakek yang berusia 66 tahun ini dilahirkan di tengah sejarah panjang dinasti kerajaan yang tak pernah terputus.
Kerajaan Chosun memerintah semenanjung Korea lebih dari lima ratus tahun, sampai tahun 1910. Awalnya Yi Seok terbiasa mendapatkan hak istimewa sebagai anak raja. Tetapi setelah terbentuknya republik Korea Selatan, keluarganya dilepaskan dari status mereka. Putra Raja terpaksa mencari uang tambahan sebagai penyanyi dan buruh. Tetapi beberapa tahun terakhir, keberuntungannya berbalik dan sekarang ia ingin mengembalikan kekuasaan keluarga kerajaan. 

Yi Seok lahir 1941 adalah  keturunan dari Dinasti Joseon adalah putra Pangeran Gang Korea, anak 5 Kaisar Gojong Korea dan keponakan dari penerusnya Kaisar Sunjong, raja Korea terakhir, dan merupakan cicit dari Dong Yi .
Saat ini ia adalah seorang profesor sejarah lecturing di Jeonju University di Republik Korea.
Yi Seok lahir dan dibesarkan di Istana Sadong di Seoul selama pendudukan Jepang. Setelah PD II berakhir dengan pendudukan dan partisi Korea oleh sekutu di Selatan, dan Rusia dan Cina di utara, keluarga Kekaisaran Korea menjadi tunawisma, apa aset yang tidak disita oleh Jepang kemudian disita oleh Pemerintah Syngman Rhee. 


Yi lalu  menceritakan kehidupannya di istana.
Waktu saya mau olahraga, saya pakai celana pendeuk, tapi pelayan perempuan istana berdiri di samping dan bilang, “Tidak, paduka-mereka tidak memanggil nama saya-Anda janga lari.” Mereka tidak mengijinkan saya lari dan akhirnya kepala sekolahnya yang menggantikan saya. Anda bisa lihat bagaimana anggota kerajaan diperlakukan.”
 
Ketika  Perang Korea meletus  pada musim panas tahun 1950 keluarga Kekaisaran melarikan diri dari  kapal pendarat Amerika dari Incheon, di sepanjang pantai ke Busan, ia kemudian tinggal di sebuah biara dilereng bukit di Pulau Jeju sampai perang berakhir pada musim gugur tahun 1953.
Ketika ia kembali ke Korea, Yi Seok sebagai seorang pemuda diminta untuk merawat keluarganya.Ia sebisanya, bersama dengan saudara-saudaranya, mengambil setiap pekerjaan yang ia bisa untuk membantu orangtua dan saudaranya sambil belajar di universitas selama masa sulit Perang Korea.
Di Hankook University of Foreign Studies di Seoul, Yi Seok mempelajari bahasa asing, terutama Spanyol, serta hubungan luar negeri dan sejarah, ia  menjadi fasih dalam beberapa bahasa, dan mempersiapkan diri untuk layanan diplomatik.  Dan karena ia memiliki bakat untuk menghibur, ia menjadi seorang penyanyi terkenal dan musisi profesional pada tahun 1960 ketika berusia dua puluhan, memiliki beberapa lagu-lagu hit.
Dan tidak lama kemudian, Yi Seok bisa menghidupi diri, meniti karir sukses sebagai penyanyi, termasuk penghibur pasukan Amerika di pangkalan militer, dan karena itu mereka memanggilnya, “pangeran yang suka bernyanyi”. Disini ia menjadi pasukan sukarela dan terdaftar dalam divisi Tiger. Divisi Tiger adalah Divisi yang terdiri dri para sukarelawan imana prajuritnya menyumbangkan 80% dari gaji mereka untuk pemerintahan Korea Se;atan untuk mendukung ekonomi negara pasca perang.
ketika ia bertugas di infanteri 1 Divisi tiger ia mengalami luka serius akibat pecahan peluru. Ia juga berpartisipasi dalam operasi Tiger 1 dan Tiger 12.
 
Kembali ke Republik Korea, keluarga Kekaisaran kembali diberikan akomodasi di istana di Seoul, tetapi  perlakuan istimewa ini berkahir, saat diktaktor militer berkuasa di Korea pada akhir 1970 yakni kudeta setelah pembunuhan Presiden Park Chung Hee pada tahun 1979, Mereka mengusir keluarga kerajaan dari istana, mencabut status, harta dan gelar mereka. Ibunya sampai membuat gerobak mie dan sebuah bar untuk kehidupan sehari-hari.


Sehingga pada tahun 1980 , Ia kemudian mencoba keberuntungannya di Amerika Serikat.
“Saat saya baru tiba, saya bekerja 16 jam sehari sebagai pekerja kasar karena saya pendatang ilegal. Saya bekerja dengan orang-orang Meksiko dan menerima uang tunai. Lalu pada tahun 1986, saya dapat kewarganegaraan Amerika. Saya bayar 15 ribu dolar ke seorang perempuan untuk kawin kontrak. Saya bekerja di toko minuman keras miliknya di suatu lingkungan keras di Los Angeles dan pernah dirampok 13 kali. Setiap pagi saya merasa gelisah, takut dirampok lagi,”
Yi Seok tinggal 10 tahun di Amerika dan bekerja di semua tempat termasuk membersihkan kolam di kawasan elit Bevery Hills. Hidupnya jauh dari istimewa dan kenyamanan yang pernah ia rasakan.
Pada tahun 1989 Yi Seok kembali ke Korea Selatan, tapi tetap mengalami kesulitan keuangan. Ia tinggal di biara beberapa tahun, berniat jadi biksu. Tapi tidak cocok dengan hidupnya. Dia sering minum minuman keras dan keluar sampai larut malam. Waktu ia pulang pintu biara sudah tertutup. Dalam keputusasaan, ia sering memikirkan untuk bunuh diri.

“Saya mencoba bunuh diri delapan kali. Yang terakhir 1999, saya menabrakkan mobil saya ke gerbang istana. Saya menulis surat wasiat di WC umum. Seorang pemuda yang berada dekat saya membukanya. Ia membacanya dan mengatakan, “Paduka Anda harus beritahu orang mengenai hal ini!” Saya menjawab,”Ini memalukan, lebih baik saya mati sendirian,”
Tapi pertemuan dengan pemuda itu mejadi titik balik. Nasib Yi Seok berubah setelah kisahnya dimuat dalam surat kabar nasional. Laporan tersebut menceritakan seorang keturunan anggota kerajaan dinasti Chosun ditemukan menggelandang, tidur di WC umum.
 
 
Dengan berubahnya  iklim politik  di awal 1990-an, Yi Seok bisa kembali ke Republik Korea, dan sekali lagi berusaha untuk hidup dalam sifat keluarga tua, dan berjuang untuk hak-hak hukum sebagai warga negara pribadi. Setelah serangkaian masa sulit, ia memiliki serangkaian perjalanan, pensiun ke biara, dan baru kembali kehidupan publik  pada awal abad ke-21, dengan serangkaian perjalanan konstan melakukan pekerjaan pendidikan, mempromosikan baik wisata Korea Imperial dan restorasi bangunan bersejarah, dan jadwal yang melibatkan lebih dari 100 ceramah atau penampilan publik setiap tahun. Saat ini ia tinggal di Jeonju, Korea Selatan.Kesulitan dan ketahanan yang khas kehidupan Korea Yi Seok selama  PD II  dibuat menjadi program semi-fiksi TV dramatis pada Korea Broadcasting System (KBS).


Pada bulan Oktober 2004, Yi Seok kembali ke kota kerajaan Jeonju atas undangan walikota, untuk membawa mengembalikan keunggulan budaya di Korea.
Pada bulan Februari 2005, Yi Seok mulai mengajar dua kali kelas mingguan tentang sejarah Korea di Jeonju University dengan gelar profesor. Kelas-Nya berpusat pada tokoh-tokoh zaman Dinasti Joseon serta memperkenalkan sejarah Korea  pra-1900  untuk siswa tahun kedua.


Sepanjang 2006, Yi Seok telah melakukan kunjungan resmi ke luar negeri untuk memberikan beberapa ceramah tentang  budaya tradisional Korea antara lain  kunjungan ke Amerika Serikat (Los Angeles, dan Washington), Mexico City, Meksiko, dan ke Frankfurt, Jerman untuk sebuah pameran perdagangan Korea. Pada bulan September 2006, Yi Seok bepergian sebagai seorang profesor dengan sesama akademisi dan mahasiswa ke Jepang.

Yi Seok juga baru-baru ini menerbitkan sebuah buku tentang ritus seremonial keluarganya. Dia telah setuju untuk menjadi tuan rumah sebuah serial TV, yang saat ini dalam pra-produksi, pada sejarah kerajaan Korea.Berjudul"A Personal View of Korea"  seri dokumenter ini akan menampilkan tiga episode di sejarah Korea, istana dan kuil-kuil, dan 20  arsitektur benteng istana  Dinasti Yi .
Anak-anak :

1. Yi Hong (이홍 i hong) (lahir 1974), anak perempuan tertua dari Yi Seok. Dia menikah dengan Han Yeon-gwang (한영광 han yeong gwang), aktor korea ,memiliki satu anak perempuan (cucu Yi Seok) yang lahir tahun 2001.

2. Yi Jin (이진 i jin) (lahir1979),anak perempuan kedua Yi Seok aktivis hak wanita dan mempromosikan seni keramik tradisional korea .Dia telah banyak melakukan perjalanan sebagai wakil kerajaan dan  melakukan tur di seluruh Eropa, dan telah belajar di Amerika Serikat, Australia, sebagai  tutor pribadi di Kanada, dan telah melakukan kerja singkat  di Jepang. Dia kini tinggal di Kanada.


3. Yi Jung-hun (이정훈 i jeong hun) (lahir 1980), satu-satunya anak laki-laki dariYi Seok .Ia bekerja sebagai ahli IT. Ia kini menetap di Amerika.


Baru-baru ini kota Chonju, tempat kelahiran para anggota keluarga kerajaan, membangun rumah untuknya dan menjadikannya sebagai wakil kota, sebagai daya tarik turis.
Pemerintah kota berharap mendapat keuntungan dari deaskan publik yang tertarik dengan sejarah keluarga kerajaan. Tetapi sebelumnya warga tidak mempedulikan hal ini.
“Nama saya Lee Sang Hyum, saya seniman, tapi sering mempedulikan data sejarah “kejatuhan Dinasti Chosun”. Masyarakat Korea percaya kejatuhan dinasti akibat ketidakberesan para raja Korea mengizinkan Jepang menduduki negara. Dan itulah bagian sejarah yang ingin dilupakan, sejarah yang memalukan. Contohnya kami banyak bercerita tentang para pahlawan kemerdekaan Kora, tapi kami tidak ingin mengingat masa penjajahan karena Jepang telah mencuri negara ini. Hal itu bukan sejarah yang kita dapat banggakan,”
Ketertarikan masyarakat dengan Kerajaan Korea mungkin sebuah tanda, negara ini siap memaafkan dan melupakan kekurangan pemimpin kerajaan terdahulu.
Tapi Yi Seok ingin dapat lebih dari sekedar permintaan maaf. Ambisinya besar untuk melihat kembalinya, paling tidak kebiasaan upacara keluarga kerajaan. Tapi apa masyarakat siap untuk menerima kembalinya sistem monarki?
Saya berada di upacara penghargaan dan Yi Seok diundang sebagai tamu terhormat. Dan saya akan berbicara kepada beberapa orang, untuk mencari tahu pendapat mereka tentang anggota keluarga kerajaan.
Saya mencoba dekati beberapa tamu dengan foto Yi Seok di tangan saya dan menanyakan pertanyaan yang sama kepada setiap orang. “Anda kenal dengan orang ini?”
Orang ini tidak tahu identitas laki-laki yang ada di foto. Tapi akhirnya ia mengatakan itu orang yang pernah menyanyikan “Nest of Doves”.
Perempuan lainnya juga kesulita mengenali Yi Seok. Tapi saat saya menjelaskan ia adalah keturunan kerajaan, perempuan itu mengaku mengenalinya. Namun merasa enggan untuk kembali kepada sistem kerajaan. Bukan hal yang gampang untuk dikembalikan katanya.
Laki-laki berikutnya berhasil mengenali Yi Seok. Saat oa menanyakan pendapatnya tentang kerajaan Korea, ia mengakui menyesali datangnya pengaruh Konfusianisme yang dianut anggota kerajaan Korea. Tapi tetap ia tidak mau kembali pada sistem monarki. “Oh tidak,” Ia mengatakan, negara ini sudah cukup demokratis. Itu ide yang menggelikan.
Tampaknya, jalan masih panjang untuk Yi Seok sebelum ia meraih ambisinya melihat kembalinya monarki di Korea. Tetapi ia tetap bertekad.
Sebelum saya pergi, saya memintanya memilih lagu favorit yang akan dinyanyikan. Ia memilih “Impossibe Dream” yang dinyanyikan Jack Jones dari Kanada. Lagu yang sangat susah untuk dinyanyikan kata Yi Seok. 

Ternyata kehidupan para raja dan Pangeran Korea dari jamn dulu hingga kemerdekaan memang tragis..


Source : Wikipedia dan berbagai sumber

Comments

  1. kenapa sih koreaaaaa trus mengapa tidak indonesia saja lalu indonesia nya kemana???? semua nya pada kpop melulu -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ha ha ha.. Kamu salah alamat. Ini blog untuk kisah2 tentang Korea. Bukan tempat untuk kisah2 tentang Indonesia. Dari sub-title nya aja, All About K-POP , K-Drama and Korea. Share News Info, News Pict, Artist Korean,K-POP and K-Drama etc. , udah kelihatan klo blog ini emang untuk kisah2 Korea. Jadi ya jangan protes, atuh. Klo mo baca kisah2 ttg Indonesia, ya cari di blog lain yang emang khusus untuk kisah2 ttg Indonesia. Klo kamu protes di sini, itu sama aja dengan kamu masuk ke Restaurant Korea tapi kamu protes karena di menu nya ga ada makanan khas Indonesia (Masuk Restaurant Korea tapi pengen mesen Sayur Asem. Mana ada, atuh?):D

      Delete
    2. Hadeeeehh, baca donk sub-title blog ini. Jelas2 tertulis "All About K-POP , K-Drama and Korea. Share News Info, News Pict, Artist Korean,K-POP and K-Drama etc." Jelas aja isi blog nya ttg kisah2 dari Korea. Klo km protes di sini krn ga ada kisah ttg Indonesia, itu sama aja km masuk ke Restaurant Korea dan km protes krn di menunya ga ada masakan Indonesia. Ini sama aja kamu masuk ke Restaurant Korea tapi pengen pesan Sayur Asem ama Sambel Terasi. Mana ada, atuh? Ha ha ha.. You're so funny :D

      Delete
  2. Karena yg sejarahnya jelas tuh korea... Coba bandingin informasi wikipedia.. Pasti lebih detail mengenai kerajaan korea drpd indonesia.

    ReplyDelete
  3. Roda dunia berputar,jaman berubah..................itulah kehidupan,siapa yang tidak mengikuti perubahan dan perputaran pasti akan tergerus di makan jaman.

    ReplyDelete
  4. Tidak perlu kembali kesistem monarki, namun yg penting adalah bagai mana tetap menjalankan dan menjaga tradisi, serta kebudayaan yg telah ada dari jaman Jeoseon. Itu bisa jadi nilai tambak untuk satu negara. Dan yg pentinh jangan sampaikemalingan.

    ReplyDelete
  5. Apa ada kisah tentang pangeran won jae yun ?

    ReplyDelete
  6. Hmmmm rumit ya, keturunan raja yg pd akhrnya g pny apa2...hufh

    ReplyDelete
  7. klo menurut saya , hak mereka keluarga kerjaan dikemablikan , tp yg memimpin negara tetap sebuah presiden. walaupun mereka tetap keluarga kerjaan yg terhormat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya setuju, kasihan juga, drama koreanya indah tapi kehidupan aslinya malah spt ini, kasihan:( cicitnya dong yii, kasihan sekaliii...

      Delete
  8. Andai indonesia adalah negara monarki, pasti mengerikan!

    ReplyDelete
  9. kakek ini kebanyakan bermimpi.
    gk mungkin!!
    dulu Korea itu persis China pejabatnya korup semua and suka "KUDETA" mangkanya sampai bisa di jajah Jepang.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima Kasih sudah memberikan komentar dihalaman IniSajaMo