![]() |
| G.Sikjangsan |
Di sebuah desa di kaki gunung Sikjangsan
tinggallah sepasang suami-istri muda bersama dengan ibu dan seorang
anak. Walaupun mereka miskin, mereka berempat hidup dengan bahagia dan
suami-istri melayani ibu mereka dengan tulus hati. Jika mereka menemukan
buah-buahan lezat di hutan, mereka menyajikannya kepada ibu mereka
terlebih dahulu, kemudian menjualnya di pasar.
Namun, mereka mulai
merasa gelisah karena anak mereka yang makin hari makin tumbuh besar
suka menghabiskan makanan untuk neneknya. Oleh karena itu, mereka
membawa anaknya ke luar saat ibu mereka sedang makan. Namun, begitu
hidangan ditaruh di depan nenek, anak mereka menangis keras sampai nenek
tidak bisa menelannya. Akhirnya suami-istri memutuskan untuk membuang
anaknya di dalam hutan. mereka berdua berpikir bahwa anak bisa didapat
lagi, tapi ibu tidak bisa didapatkan.
Pada suatu malam, mereka membawa
anak yang sedang tertidur nyenyak ke hutan, lalu menggali tanah untuk
menguburkan anak mereka. Penggalian hampir selesai, si suami menemukan
sebuah wadah di dalam tanah. Dia merasa aneh, maka tidak jadi mengubur
anaknya, lalu pulang bersama.
Tapi perbuatan anak mereka sama sekali
tidak berubah. Dia menghabiskan makanan neneknya. Pada malam itu, si
suami berpikir lagi sambil merokok. Dia membuang abu rokok pada wadah
yang didapat dari hutan tadi siang. Walaupun sudah mengisap 10 batang
rokok, tapi tidak menemukan jalannya lalu tertidur. Ketika bangun pada
esoknya, dia sangat kaget karena abu rokok di dalam wadah itu melimpah.
Suami-istri merasa aneh, lalu mereka mencoba memasukkan makanan di dalam
wadah itu. Tentu makanan itu juga melimpah di dalam wadah tersebut.
Pada kemudian hari, mereka memasukkan uang logam di dalam wadah. Uang
logam juga melimpah. Pasangan suami berpikir Tuhan menolong mereka dan
melayani ibunya dengan lebih ikhlas. Anak mereka pun makin tumbuh makin
menyadari.
Pada suatu hari, ibu mereka meninggal karena sakit. Pada hari itu, pasangan suami-istri mengubur wadah tersebut ke dalam gunung. Dengan latar belakang itu, gunung dimana wadah tersebut dikubur disebut Sikgisan atau Sikjangsan bermakna gunung dimana wadah dan makanan dikubur.
![]() | Infromasi Wisata |
Source : kbsworld
Shared :IniSajaMo


Comments
Post a Comment
Terima Kasih sudah memberikan komentar dihalaman IniSajaMo