Yoochun Selamatkan Yoon Jin Seo dari Nam Goong Min di Eps 14 'Girl Who See Smells'



"Girl Who See Smells" episode 13 ditutup dengan ketegangan Mu Gak (Micky Yoochun) menodongkan pistolnya pada Kwon Jae Hee (Nam Goong Min). Ia menerobos rumah Jae Hee karena yakin Yeom Mi (Yoon Jin Seo) diculik olehnya lalu disekap. Namun ternyata Mu Gak tetap tak bisa menemukan Yeom Mi.

Meski kesal namun Mu Gak dan rekan setimnya tidak putus asa mencari Yeom Mi. Sementara sang letnan cantik itu dipaksa Jae Hee untuk menulis seluruh kisah hidupnya selama 6 hari di dalam ruang penyekapan. Ia pun mencoba memberitahukan keberadaannya dengan menumpahkan parfum pemberian Cho Rim (Shin Se Kyung) ke tangan Jae Hee.

Cho Rim juga nekad mendatangi acara tanda tangan buku Jae Hee untuk memohonnya melepaskan Yeom Mi. Saat itulah ia melihat aroma parfum pemberiannya pada Yeom Mi. "Apakah kamu pikir aku akan tenang-tenang saja jika ada orang yang akan terbunuh gara-gara aku? Tolong selamatkan Yeom Mi!" teriak Cho Rim pada Mu Gak yang jadi ikut menangis.

Sementara itu Yeom Mi masih tetap tenang menjalankan permintaan Jae Hee namun ia mengulurnya dengan menulis secara pelan. Namun ia terkejut ketika Jae Hee memberitahunya akan menculik Cho Rim dan menempatkannya bersamanya. "Dia menawarkan menukarkan dirinya denganmu. Aku merasa tersentuh. Mungkin itulah yang disebut persahabatan," ucap Jae Hee.

"Itu perasaan yang tidak akan pernah bisa kamu rasakan," sindir Yeom Mi yang penasaran dengan motif Jae Hee membunuh. Kurasa alasannya menyuruh korbannya menulis adalah untuk menikmati (memiliki) kehidupan bahagia korbannya sebelum membunuhnya, gumam Yeom Mi.

"Kamu dulu bisa mengenali wajah sampai akhirnya kamu disiksa dan menganggap seseorang adalah obyek teror maka kamu mulai terkena Prosopagnosia," tebak Yeom Mi. "Benar," jawab Jae Hee.

"Lalu otakmu menolak mengenali wajah," lanjut Yeom Mi. "Benar dua kali kali," jawab chef selebriti itu lagi. "Begitu kamu menyadari keinginan untuk membunuh orang, kamu memutuskan untuk melihat ke dalam kehidupan mereka, bukan wajahnya," tebak Yeom Mi lagi yang diakui benar lagi.

Yeom Mi pun memancing kekesalan Jae Hee dengan menebaknya seperti benar-benar mengenalnya. Akhirnya Jae Hee memberinya tebakan, jika benar maka hidupnya akan diperpanjang 3 jam, jika tidak tetap akan dibunuh sesuai rencana. "Aku akan membunuh Oh Cho Rim atau tidak?" tanyanya.

Ternyata Yeom Mi memberikan jawaban salah dan Jae Hee memberitahunya akan membunuhnya hari Jumat pukul 7 malam. Jae Hee kemudian memberikan jawaban pada Cho Rim menerima permintaannya untuk ditukar dengan Yeom Mi. Sementara itu Yeom Mi masih belum menyerah dengan menuntaskan rasa penasarannya, meski jam hidupnya harus terpotong lagi.

"Kenapa kamu membunuh Dr. Chun Baek Gyung?" tanyanya. "Karena dia tahu aku membunuh orang," jawab Jae Hee santai. Ia juga memberitahukan letak diary Joo Ma Ri yang ada di lantai atas. "Katakan pertanyaan terakhirmu."

"Kenapa kamu menuliskan barcode di lengan?" tanya Yeom Mi pada akhirnya yang dijawab tanpa rasa oleh Jae Hee. "Setelah mereka menuliskan kisahnya, mereka hanya cangkang kosong, sekedar cover buku".

Yeom Mi berniat bertanya lagi namun Jae Hee menghindar dan memberitahukan waktu kematiannya yang lebih awal, pukul 4 sore. Jae Hee kemudian menjebak Cho Rim yang setuju untuk menyerahkan dirinya. Ia menggiring Cho Rim mulai dari locker umum hingga ke taman terbuka lalu meminta membius dirinya sendiri.




Untunglah pengawasan Mu Gak dan timnya berjalan lancar dengan jebakan yang mereka buat. Saat Jae Hee mendekati Cho Rim yang pingsan, lainnya memasang pemancar dan menumpahkan air di bawah kemudi Jae Hee. Rupanya air itu digunakan Cho Rim untuk melhat jejak aromanya, namun mendadak malah hujan.

Pasalnya, Cho Rim tidak bisa melihat bentuk aroma jika hujan turun dan itu membuatnya frustasi karena makin dekatnya waktu kematian Yeom Mi. Sementara itu Jae Hee akhirnya menyadari tulisan yang dibuat Yeom Mi adalah kebohongan. "Jika kamu mau menulis jujur, aku akan memberikan tambahan waktu," tawar Jae Hee yang ditanggapi sinis.

Yeom Mi mengatakan bahwa korban lainnya pun berbohong. "Jangan membohongiku. Orang akan jujur jika menghadapi kematiannya," ucap Jae Hee syok. "Kamu ini seperti anak kecil. Asal kamu tahu saja, kamu sudah kalah di permainan ini," cecar Yeom Mi dengan nada tinggi yang juga memancing emosi Jae Hee.

Biasanya selalu tenang, Jae Hee kali ini benar-benar habis kesabarannya menghadapi pancingan Yeom Mi. "Level kedewasaanmu terlalu rendah," ucap Yeom Mi terakhir kalinya. "Seperti apapun kamu menghinaku, aku tidak akan goyah. Sebentar lagi kamu akan mati," balas Jae Hee dingin.

Sedangkan Mu Gak dkk menghentikan pencarian karena Cho Rim tidak bisa melihat aroma. Dalam keputusasaan, tiba-tiba Mu Gak mendapat ide dari gambaran seorang anak kecil saat mereka menunggu. Menggunakan tanah kering untuk menimpali yang basah oleh air hujan akhirnya membuat Cho Rim bisa melihat jejak aroma lagi dan menemukan pintu masuk tersembunyi itu.

Mu Gak dan rekan timnya berhasil masuk tepat ketika Jae Hee mengisi kamar penyekapan dengan gas mematikan. Mu Gak pun langsung menodongkan pistol ke dahi Jae Hee yang terpisahkan dinding kaca. Tanpa takut, Jae Hee pun menantangnya.


Comments