Friday, 18 September 2015

(Rekap) Eps 14 'Yongpalyi': Joo Won Bujuk Kim Tae Hee Berhenti Balas Dendam




Episode terbaru "Yongpalyi" dibuka dengan Tae Hyun (Joo Won) yang masih terkaget-kaget dan belum terbiasa dengan kehidupan barunya sebagai suami dari Yeo Jin (Kim Tae Hee). Segala fasilitas VIP yang didapatnya justru membuat Tae Hyun merasa tak nyaman dan menganggapnya terlalu berlebihan. Terlebih , saat dirinya sampai di rumah sakit, semua kepala bagian menundukkan kepala di hadapannya.

Yeo Jin sendiri tampaknya sedikit demi sedikit mulai berubah. Ia justru terlihat semakin kejam dan keinginan untuk membalas dendam pada semua orang yang menyakitinya tak bisa dihentikan. Kepala Lee sendiri semakin takut Yeo Jin akan membunuh dirinya. Emosinya tak stabil dan terus menerus menangis meminta Tae Hyun untuk menolongnya menghentikan Yeo Jin agar tidak membunuhnya.

"Aku seharusnya tidak pernah pergi ke ruang OR untuk menolong Yeo Jin. Aku seharusnya berada di ruangan yang sama untuk menolong ibumu," kata Kepala Lee sambil menangis pada Tae Hyun. Tae Hyun pun kaget saat mengetahui kenyataan kalau Yeo Jin dan ibunya dibawa ke rumah sakit di hari yang sama. Semua dokter dan profesor berlomba-lomba berada di ruang OR untuk bisa mengoperasi Yeo Jin.

Karena tak ada dokter yang menjaga di ruang OR lainnya, nyawa ibu Tae Hyun pun tak bisa diselamatkan. "Tae Hyun, aku berencana untuk pergi ke ibumu. Tapi aku diperintahkan untuk masuk ke ruang OR Yeo Jin. Aku baru mengetahuinya kemudian bahwa pasien tersebut adalah ibumu. Aku memang pantas untuk mati," ucap Kepala Lee. Tae Hyun yang syok hanya bisa menangis saat mendengar perkataan Kepala Lee.

Tae Hyun pulang ke rumah untuk membicarakan hal tersebut dengan Yeo Jin. Namun, ia lagi-lagi dibuat terkejut dengan antrian panjang para presiden Hanshin Grup yang awalnya merupakan kaki tangan Do Joon. Tae Hyun sempat mengintip sejenak saat Presiden Han berbicara dengan Yeo Jin. Ia melihat sosok Yeo Jin yang berbeda, kejam dan menyeramkan.




Tae Hyun pun mengurungkan niatnya untuk berbicara dengan Yeo Jin. Ia justru memilih berjalan-jalan sejenak untuk mencari udara segar di sekitar rumah mewah itu. Hingga akhirnya tanpa sengaja menemukan taman bunga lavender yang tak terawat. Kepala pelayan yang tanpa sengaja juga berada di sana akhirnya menemani Tae Hyun untuk mengobrol. Kepala pelayan sempat bercerita mengenai sosok Yeo Jin saat masih kecil dulu.

"Kamu pasti benar-benar sangat mencintainya," tutur kepala pelayan yang disambut dengan senyuman Tae Hyun. Sementara itu di meja makan, Yeo Jin telah menyiapkan makanan kesukaan Tae Hyun. Saat bersama Tae Hyun, Yeo Jin seolah menjadi orang yang sangat berbeda. Ia tampak sangat menghormati Tae Hyun sebagai suaminya dan kepala keluarga.

"Tae Hyun, kamu harus duduk di sini. Aku lah yang akan duduk di sana," ucap Yeo Jin. "Di sana? Bukankah itu adalah kursi untuk pemilik Hanshin Grup?" tanya Tae Hyun keheranan. "Tidak, ini adalah kursi kepala rumah tangga. Kamu adalah kepala rumah tangga di rumah ini. Selain itu, kursi ini juga menjadi kursi bagi anak-anak kita nanti," jawab Yeo Jin.



Tae Hyun pun hanya tersenyum mendengar jawaban Yeo Jin. Saat keduanya sedang makan, Tae Hyun meminta satu hal pada Yeo Jin. "Berhentilah melakukan balas dendam. Tolong maafkan orang-orang yang telah menyakitimu," pinta Tae Hyun. Yeo Jin mengatakan bahwa dirinya tak bisa melakukan itu karena Tae Hyun tak pernah tahu bagaimana rasanya terkunci selama 3 tahun dalam kegelapan dan tak bisa melakukan apa-apa.

Tae Hyun terus berusaha membujuk Yeo Jin. Karena dirinya tahu, jika Yeo Jin melakukan hal ini maka pembalasan dendam itu tak akan pernah berhenti dan terus menjadi lingkaran setan. Ia bahkan hampir keceplosan mengatakan pada Yeo Jin mengenai apa yang terjadi di rumah sakit pada ibunya. Namun, Tae Hyun akhirnya memilih meninggalkan meja makan dan pergi. Sedangkan Yeo Jin terdengar melempar gelas dan menangis.

Di lain sisi, Do Joon akhirnya bebas dari kantor kejaksaan. Ia menelepon Presiden Go dan sangat terkejut saat yang mengangkat telepon adalah anaknya. Anak Presiden Go mengatakan kalau ayahnya telah meninggal. Do Joon yang biasanya selalu dikawal oleh petugas keamanan dan orang-orang penting kini berada di jalanan sendirian. Ia terlihat sangat menyedihkan.

Di seberang jalan, tampak Chae Yeong memperhatikan Do Joon dari jauh. Ia menelepon Do Joon dan menawarkannya untuk menjemputnya di kantor polisi. Do Joon yang gengsi pun berbohong dengan mengatakan kalau saat ini dirinya sedang minum-minum bersama para presiden Hanshin. "Apakah saat ini kamu sedang menunggu taksi?" tanya Chae Yeong sambil menangis. Kaget Chae Yeong mengetahui hal ini, Do Joon langsung mencari sosok istrinya itu.

"Apakah kamu sudah makan? Tunggulah, aku akan menyeberang ke sana untuk menjemputmu," kata Chae Yeong. Saat Chae Yeong akan menyeberang, tiba-tiba ada sebuah mobil van hitam menabrak Do Joon yang berdiri di pinggir jalan. Orang-orang tersebut juga memukuli kepala Do Joon hingga dirinya tak sadarkan diri. Tak lama setelah orang-orang itu pergi, mobil ambulans rumah sakit Hanshin datang dan membawa Do Joon. Chae Yeong berusaha menghentikan mobil itu namun gagal.
 
 
 
 
 

No comments:

Post a Comment

Terima Kasih sudah memberikan komentar dihalaman IniSajaMo

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...